X : " My last night dream to rape a beautiful woman and make plump, and surprisingly in the reality that woman also enjoy it!"
A : " Woman whom which you rape that?"
X : " Your wife!"
" Banyak Orang Mengatakan Hidupnya Susah, itu Karena Mereka Tidak Suka Tertawa, Agar tidak Susah Disini Kami Persilakan Untuk Tertawa Sepuas-puasnya Agar Hidup Anda Tidak Susah 'Tertawalah Sebelum Tertawa Itu Dilarang' Itu petuah Kuno, Tapi Bener ko.. Ngapain Tiap Hari Cemberut Mikirin Yang 'Gak Penting Mending Ketawa Bareng Kita.. Lets Make Our Life Funny.. "
Minggu, 15 Maret 2009
" Cuma Sebesar Apel "
Evrin : “Hay.. Jo.. tahu nggak kamu siapa yang berhasil keluar sebagai pemenang pertama kontes payudara terbesar se dunia?”
Joko : “Tidak!, emang peserta dari mana sich yang berhasil jadi pemenangnya.?”
Evrin : “Peserta dari Meksiko, besarnya sebesar buah apel!”
Joko : “Ah..bagaiman bisa, sedangkan juara ketiganya saja katanya sebesar buah jeruk Bali, juara keduanya sebesar buah semangka, masak yang cuma sebesar buah apal bisa jadi juara pertama?”
Evrin : “Jelas bisa, lha yang sebesar apel itu kan putingnya saja!”
Joko : “Buwseet....!! Gile juga tuch puting!”
Joko : “Tidak!, emang peserta dari mana sich yang berhasil jadi pemenangnya.?”
Evrin : “Peserta dari Meksiko, besarnya sebesar buah apel!”
Joko : “Ah..bagaiman bisa, sedangkan juara ketiganya saja katanya sebesar buah jeruk Bali, juara keduanya sebesar buah semangka, masak yang cuma sebesar buah apal bisa jadi juara pertama?”
Evrin : “Jelas bisa, lha yang sebesar apel itu kan putingnya saja!”
Joko : “Buwseet....!! Gile juga tuch puting!”
Selasa, 03 Maret 2009
DO'A
“Tuhan akan mengabulkan permintaanmu bila setiap malam sebelum tidur kau memanjatkan do’a kepada-Nya”, ujar seorang nenek kepada cucunya.
Sang cucupun selalu menuruti nasehat-nasehat neneknya itu. Namun pada suatu malam saking lelahnya sang cucu langsung tidur sebelum memanjatkan do’a. Neneknya kemudian membangunkanya, lalu mengomelinya karena lupa berdo’a.
“Bukankah kau belum mengutarakan keinginan-keinginanmu kepada Tuhan?” berkata sang nenek. Si cucu yang merasa terganggu tidurnya buru-buru menengadahkan tangannya, kemudian mulai berdo’a, “Ya, Tuhan. Tutuplah mulut nenekku!”
Sang cucupun selalu menuruti nasehat-nasehat neneknya itu. Namun pada suatu malam saking lelahnya sang cucu langsung tidur sebelum memanjatkan do’a. Neneknya kemudian membangunkanya, lalu mengomelinya karena lupa berdo’a.
“Bukankah kau belum mengutarakan keinginan-keinginanmu kepada Tuhan?” berkata sang nenek. Si cucu yang merasa terganggu tidurnya buru-buru menengadahkan tangannya, kemudian mulai berdo’a, “Ya, Tuhan. Tutuplah mulut nenekku!”
“ Gara-Gara Uang Seratus “
Cerita ini bermula ketika saya masih duduk di bangku SMA. Di suatu pagi saat aku akan berangkat ke sekolah seperti biasa aku nongkrong bareng teman-teman di perempatan jalan untuk nunggu bis sekolah. Tak lama bis yang kami tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Ini adalah bis termurah yang pernah aku naiki, hanya dengan uang seratus perak kita dapat duduk dengan nyaman dan sampai sekolah dengan selamat.
Tak kusangka bis udah penuh penumpang. Terpaksa aku ma temen-temen berdiri bergelayutan dalam bis. ‘Gak papa yang penting murah. Salahku juga sih tadi pagi mandinya kesiangan. ‘Gak papa yang penting murah. Wewwk..
Sesampainya kira-kira setengah perjalanan, aku merasa ada yang menepuk bahuku dari arah belakang. Tanpa menoleh, langsung aku kasih uang seratus perak yang dari tadi aku pegang. Tapi uang tersebut tidak diterimanya. Tanpa menoleh lagi aku bergumam, “Yo wis nek ra gelem dibayar...!!” Orang di belakangku tadi ngomong, “Mas-mas lha wong disuruh geser kok malah ngasih duit.. Cuma seratus lagi..!!” lho ko suara perempuan, langsung aku menoleh ke belakang, Wueich.. ternyata seorang cewe’ cantik lagi, aku jadi malu..
Tak kusangka bis udah penuh penumpang. Terpaksa aku ma temen-temen berdiri bergelayutan dalam bis. ‘Gak papa yang penting murah. Salahku juga sih tadi pagi mandinya kesiangan. ‘Gak papa yang penting murah. Wewwk..
Sesampainya kira-kira setengah perjalanan, aku merasa ada yang menepuk bahuku dari arah belakang. Tanpa menoleh, langsung aku kasih uang seratus perak yang dari tadi aku pegang. Tapi uang tersebut tidak diterimanya. Tanpa menoleh lagi aku bergumam, “Yo wis nek ra gelem dibayar...!!” Orang di belakangku tadi ngomong, “Mas-mas lha wong disuruh geser kok malah ngasih duit.. Cuma seratus lagi..!!” lho ko suara perempuan, langsung aku menoleh ke belakang, Wueich.. ternyata seorang cewe’ cantik lagi, aku jadi malu..
Langganan:
Komentar (Atom)